27 Aug 2008

Eks Tentara mengaku: Konspirasi Xanana Gusmao dan Mahidin Simbolon (GATRA, 6 Sep 2004)

Iha okos (below) - Ingles: Ex-army admits: Conspiracy Xanana Gusmao and Mahidin Simbolon

Eks Tentara mengaku: Konspirasi Xanana Gusmao dan Mahidin Simbolon

Sisi Gelap Sang Presiden Timor Leste

Jakarta, 6 September 2004 14:45

Gatra dihebohkan dengan kehadiran seorang pria berinisial JM di kantor redaksi majalah pagi ini. Lelaki yang mengaku sebagai seorang eks tentara di Divisi Satu Kompi Brawijaya dan berpenampilan cepak tersebut mengaku sudah tidak dapat lagi meredam segala rasa frustrasi dan stress yang dideritanya beberapa tahun belakangan, berhubungan dengan keterlibatannya di operasi militer ABRI/POLRI (TNI/POLRI-red) di Timor-Timur pada tahun 1994 hingga akhir tahun 1996.

Para wartawan di majalah inipun binggung dibuat oleh lelaki tersebut. Akan tetapi menjelang beberapa menit kemudian sang eks anggota ABRI mulai memaparkan kepada koresponden GATRA mengenai berbagai kertelibatanya dalam operasi pembunuhan terhadap beberapa tokoh penting gerakan pro kemerdekaan Tim-Tim yang dilancarkan pada tahun 1994 hingga 1996.

Disini koresponden majalah ini tidak begitu kaget dengan informasi bersangkutan, karena memang sudah menjadi rahasia umum bahwasanya di pertengahan tahun 90an perang di Timor-Timur sedang hangat-hangatnya dilancarkan oleh pihak ABRI/POLRI (TNI/POLRI-red) terhadap berbagai basis pertahanan kaum gerilya Timor-Timur atau yang lebih dikenal dengan istilah ABRInya sebagai kaum GPK-Fretilin.

Akan tetapi ceritapun menjadi lebih lain dan mengagetkan ketika eks Serka. JM (yang mengaku agar namanya tetap dirahasiakan-
demi keselamatan keluarganya) membeberkan segala dokumen operasi ABRI ketika itu terhadap kaum Front Clandestin dan Armed Force Timor-Timur.

Sasaran utama dari operasi tersebut adalah pemimpin dari organisasi Front Clandestin yang waktu itu dipimpin oleh comandannya Keri Laran Sabalae. Suatu hal yang sangat menarik dan juga menhebohkan adalah sifat dilematis dari operasi militer itu sendiri yang dikomandai langsung oleh Kolonel Mahidin Simbolon (pangkat Simbolon pada waktu itu) dengan bekerja sama dengan "pemimpin perlawanan" Timor-Timur Xanana Gusmao yang sedang mendekam di LP Cipinang Jakarta.

Eks Serka. JM mengakui bahwa dirinya turut hadir dalam pertemuan antara Kolonel.M Simbolon yang dilaksanakan di suatu ruang di Lembaga Permasyarakatan Cipinang di Jakarta. Inti dari pertemuan tersebut adalah keinginan dan kesanggupan Xanana Gusmao untuk "menetralkan" kelompok-kelompok radikal dalam tubuh organisasi perlawanan Timor-Timur yang menurut Xanana dapat mengancam usaha "perlawanan damai" dan rekonsiliasi dengan berbagai kelompok politik Tim-Tim yang sedang dilancarkannya untuk mempersatukan rakyat Timor-Timur.

Oleh karena itu, Xanana Gusmao menyatakan bersedia bekerjasama dengan Kol.M Simbolon untuk membasmi kaum-kaum radikal di tubuh "GPK Fretilin" yang antara lain terdiri dari beberapa komandan gerakan Fretilin dan anak buahnya dengan nama Rodak Timur, Keri Laran Sabalae, David Alex, Konis Santana dan Eli Fohorai Boot.

Nama-nama tersebut tercantum dengan sangat jelas sekali di lampiran dokumen operasi militer tahun 1994-1996 yang dibeberkan oleh eks-Serka JM. Inti dari "kerjasama" antara kubu Xanana dan M Simbolon dalah prinsip mutualisme; Simbolon dapat sukses di karir militernya dan Xanana pun menjadi lebih fleksibel dalam mengontrol gerakan perlawanan yang dikomandai olehnya dari LP Cipinang. Terlihat jelas bahwsanya sang Presiden dari negara baru Timor Leste ini telah sangat lihai sekali untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya dengan membasmi para komandanya sendiri yang dianggap tidak loyal kepadanya ataupun kalau loyal, menurut Xanana mereka lebih mengutamakan "jalan kekerasan" untuk mencapai tujuan nasional.

Melihat kepada dokumen-dokumen dan berbagai foto yang dimiliki oleh JM kiranya sulit sekali untuk meragukan keaslian dari versi cerita ini. Ini adalah versi tersembunyi dan sisi gelap "karisma" seorang Xanana yang begitu diagung-agungkan oleh rakyatnya sendiri. Bekerjasama dengan "musuh" untuk membasmi kaumnya sendiri.

Eks Serka. JM sendiri mengaku beban yang disandangnya selama ini menjadi lebih ringan dengan pengakuannya ini. Dia sangat menyayangkan mengapa Presiden Timor Leste ini begitu liciknya untuk mengorbankan sebagian dari anggota masyarakatnya hanya untuk kepentingan dari strategi politiknya. Mengenai Mayjen. Simbolon, Serka. JM memhimbau agar Mabes TNI/POLRI harus segera menyelidiki kasus ini. Karena sifat dari operasi militer pada waktu itu adalah rahasia dari unit yang dipimpin oleh Kol.M Simbolon.. Mabes ABRI hanya mendapatkan copy lampiran hasil operasi militer setelah tewasnya beberapa komandan "GPK Fretilin". "Oleh karena itu, Mayjen Purnawirawan.

Mahidin Simbolon harus segera diselidiki mengingat "bintang- bintang di bahu" sang jenderal adalah hasil konspirasi dengan musuh Republik Indonesia pada saat itu" demikian Eks Serka JM. [IY, GAT]

Imung Yuniardi (Semarang)
[Hukum dan Politik, Gatra Nomor 42, beredar Jumat, 7 September 2004


Ex-army admits: Conspiracy Xanana Gusmao and Mahidin Simbolon

Dark side of President of East Timor

Jakarta, 6 September 2004 14:45

There was a commotion in the editor's office this morning with the presence of a man with the initials JM . The man who admits to being ex-army of the Satu Kompi Brawijaya Division and appeared keen to admit that, due to feelings of frustration and stress, ongoing for years, he could no longer keep quiet about the connection with the involvement of the military operation ABRI/POLRI (TNI/POLRI-red) in East Timor from the year 1994 to the end of 1996.

The journalists of this magazine were confused by this gentleman. However, after several minutes the ex member of ABRI started to explain to the GATRA correspondent about several involvements in the killing operation of several important figures of the pro freedom movement of East Timor which ran from 1994 to 1996.

Here the magazine correspondent was not very surprised with the information, as it was already an open secret that in the mid 90s the war in East Timor was being stoked by ABRI/POLRI (TNI/POLRI-red) on several of the East Timor guerrilla defence basis or as they are better known by their ABRI term, GPK-Fretilin.

However, the story became very different and surprising when ex-sergeant JM (who has to keep his name secret for the safety of his family) explained all the ABRI operational documents to do with the Front Clandestin and East Timor Armed Force.

The main target of the operation was the leader of the Front Clandestin organisation who at that time was led by his commander Keri Laran Sabalae. One thing which was very interesting and also sensational was the dilemma of the military operation which was directly under the command of Colonel Mahidin Simbolon (Simbolon's rank at the time) with the cooperation with Xanana Gusmao, the "resistance leader" of East Timor, who was incarcerated in LP Cipinang Jakarta.

Ex-sergeant JM said that he himself was present at the meeting between Colonel M. Simbolon which was conducted in a room of the Lembaga Permasyarakatan Cipinang in Jakarta.

The basis of the meeting was the desire and the readiness of Xanana Gusmao to "centralise" radical groups into an East Timorese resistance organisation body which, according to Xanana, could threaten the efforts of the "quiet resistance" and reconciliation with diverse East Timor political groups who were being hurried along to unify the people of East Timor.

Because of this, Xanana Gusmao was ready to work together with Col. M Simbolon to annihilate the radical groups of "GPK Fretilin" which among others consisted of several commandants of the Fretilin movement and its followers with names Rodak Timur, Keri Laran Sabalae, David Alex, Konis Santana and Eli Fohorai Boot.

These names were inserted very clearly in a military operation document appendix 1994-1996 which was unfolded by ex-sergeant JM. The core of the "cooperation" between Xanana's camp and M. Simbolon was the principle of mutualism: Simbolon could achieve success in his military career and Xanana would even become more flexible in controlling the resistance movement which he commanded from LP Cipinang.

It seems clear indeed that the president of the new East Timor was very cunning in maintaining the importance of his group by exterminating his own commanders, who were deemed disloyal to him or even if loyal, according to Xanana they over- prioritised the "violent path" to reach national goals.

Seen from the documents and the various photographs in the possession of JM, it is very difficult to doubt the origin of this story. This is the hidden version and the dark side of the "charisma" of Xanana who was so exalted by his own people. Working with the "enemy" to annihilate his own people.

Ex-sergeant JM himself says the burden he has carried for this time has become lighter with his admittance. He regrets deeply why the East Timorese president was so sly in order to victimise part of the members of his people for the importance of his political strategy. Concerning Major General Simbolon, Serka (sergeant major), JM makes the appeal that the TNI/POLRI headquarters immediately investigate this case.

Because the nature of the military operation at that time secrecy from the unit which was led by Col. M. Simbolon. ABRI headquarters only obtained the military operation appendix copy after the defeat of several "GPK Fretilin". "Because of this, Major General Purnawirawan Mahidin Simbolon must be immediately investigated remembering that 'the stars on his shoulders' of the general is the result of conspiracy with the enemy of the Republic of Indonesia at that time," adds ex sergeant JM. [IY, GAT]

Imung Yuniardi (Semarang)


--
Kona-ba * T A T O L I * <http://odanmatan.blogspot.com/>

"Fatin DEMOKRASIA, hodi haksesuk kona ba situasaun socio-politika e ekonomika Rai Timor-Lorosae." Fatin ne'e laiha sensura. Leitor sira bele post komentariu saida de'it. Blog-na'in sei la ko'a no sei la aumenta tanba ami fiar katak ida-idak iha ninia opiniaun rasik atu hato'o, maske BLOG ida ne'e iha ninia pozisaun rasik. Obrigado/a.

18 comments:

Anonymous said...

wainhira Fretilin iha kbiit ona, iha dokumentos seluk tan ne'ebe hau bele fornese ba ita boot sira. Maibe precisa servisu barak

Anonymous said...

Ita hatene katak politica sempre iha vitima. Maibe kazu 12 de Novembro conscientemente ita nia lider sira hatene didiak oinsa joven sira ne'e sei ba monu ba susar. Ita bele halo diplomacia ona tanba sira nia mate no kanek. Nudar lider ita precisa refleta an hodi hanoin katak ita pernah faan ona foin sa'e sira hodi sosa independencia, neebe ikus mai ita mesak mak goza. Perigu!!!

Anonymous said...

texto ida hakerek iha leten para komik. ema beik mak fiar! hori bainhira mak enkontru rahasia ida entre Xanana e kolonel ida (Mahidin Simbolon), ema ho pangkat serka(sersan kepala) ida bele ba tur fali? serka ne keta o nia aman karik???? o nia bahasa indonesia ne moosss... cuitado liu! hakarak halo Xanana naran foer ka? la hetan boy... terlambat ona. manobra murahan hanesan ne, Xanana tolan tiha. asu ida lalika koalia tan Xanana mak dirige funu ne, laos fali se ida!

VIVA XANANA!
VIVA TIMOR LESTE!
VIVA LOROMONU!

Anonymous said...

Konis Santana no David Aleks "Daitula" la bele moris wainira funu remata tiha ona. Karik Konis la mate Xanana nunka hetan naran heroi tanba los duni nia mak halo sorumutu segredu ho M Simbolon atu oho kamarada Konis, kamarada Mau Hudu, Kamarada "Daitula" no Kamarada Sabalae. Imi la fiar la buat ida...

Anonymous said...

Ema bele koalia tuir ida-idak nia hanoin, maibe wainhira fo komentario hanesan kolega ida iha leten ne'e, tenki apresenta mos evidencia, se lae ema lafiar e pior liu halo defamasaun hasoru xanana. Ema nebe hakerek iha leten ne'e tenki resposabiliza ninia lia fuan sira ne'e.

Anonymous said...

Ida neebe lafiar artigo neebe fo sai nee hatudo katak nia nunka kuinese Xanana tamba la partisipa resistensia nia lalaok durante iha okupasaun indonesia. Nia so hakfodak bainhira iha 1999 atu halo referendum ba ukun rasik an no sai oportunista iha TL. Ema neebe partisipa iha tempo naruk resistencia nia nia kuinese Xanana nia hahalok no buat nee akontese duni. Istario hanesan nee ema nee partisipa iha resistensia hatene.

Anonymous said...

Dalabarak ita la konkorda no la gosta hatene ita nia heroi nia mate. Karik los ka la los, XG konkaliko ho Mahidin Simbolon, XG prova ona katak ho nia estratejia mak ita bele manan independensia. XG halo prosesu luta lao lalais atu nune labele ita ema mate barak tan. Luta ho kilat ka violensa deit hanesan ita nia heroi balun nia hakarak, entaun defisil no sei lori tempu naruk, sei lakon vida barak liutan antes mundo rekonhese ita. Maluk sira, hau hanoin ita persiza respeitu nafatin XG tamba ninia dirijenete mak ita hotu ohin loron bele haksumik demokrasia ne.

DLA said...

Klaru que Xanana sai komando Luta ida que diak husi komando luta sira seluk,Komando ida mate komando seluk moris...tan ne'e la iha ema ida deit mak halo luta,laos Xanana mesak halo luta no iha ideia, laos ponta Leste deit mak halo Luta tamba iha prosesu funu nia Indonesia invade ita ho forsa bot. Diak liu ita hahi ba organizasaun Fretilin nia exestencia, laos Fretilin la iha mehi ukun rasik an,,,Fretilin nia oan nia mehi mak ita sira ne'e. Lideranca sira nia hakarak,,,,laos ita sira nian,,,husik sira nia...ita la iha fundamento atu gava, tabele ba ida no dehan seluk at,,,ne'e laos speritu funu nian,,.laos esperitu desenvolvimento. Ita gawa ema ida, ita tabele ba ema ida, ita la mana funu, ita la halo desenvolvimento,,so iha maka diskriminasaun, no haburas rezime oteriter.

DLA said...

Klaru que Xanana sai komando Luta ida que diak husi komando luta sira seluk,Komando ida mate komando seluk moris...tan ne'e la iha ema ida deit mak halo luta,laos Xanana mesak halo luta no iha ideia, laos ponta Leste deit mak halo Luta tamba iha prosesu funu nia Indonesia invade ita ho forsa bot. Diak liu ita hahi ba organizasaun Fretilin nia exestencia, laos Fretilin la iha mehi ukun rasik an,,,Fretilin nia oan nia mehi mak ita sira ne'e. Lideranca sira nia hakarak,,,,laos ita sira nian,,,husik sira nia...ita la iha fundamento atu gava, tabele ba ida no dehan seluk at,,,ne'e laos speritu funu nian,,.laos esperitu desenvolvimento. Ita gawa ema ida, ita tabele ba ema ida, ita la manan funu, ita la halo desenvolvimento,,so iha maka diskriminasaun, no haburas rezime oteriter.

Anonymous said...

sira agora comesa uza fali taktik murahan ne atu hodi hatun maun xanana e hodi hasae sira nia maun bot alkatiri nebe mak uluk ita nunka hare nia ispirito santo iha rai doben timor...

HAKARAK ATU UKUN HARE HALAO PROGRAMA DIDIAK DIT BA POIS POVO MAK DESIDI,,LAOS HODI FALI MAUN XANANA NIA NARAN PRA ATU HODI BUKA FALI MASA...KASIANN

HAU NUNKA HARE IHA NOTISIA PARTIDU SIRA SELUK HALO MANOBR tun sae hanesan imi sira FRETILIN BP7 sira nian ne tok 1.

HASAI TIA MEHI IDA NE IHA IMI NIA ULUN LARAN KATAK IMI MAK ATU UKUN FALI TAN TIMOR IHA 2012....LAHETAN ONA,,,,TERLAMBAT........HOHOHOHOHHOOOOIOIIIIIIIII

Anonymous said...

finalmente segredo oan sirane comeca sai ituan-ituan ona. o nia circulo comeca taka ona JAG. la precisa dun ba mai ida. quando too oras samea sira nia bolu mai servico ho nia nee duni mak sei loke rasik nia kulit, quando sira hamlaha. hare ba lalin halo barak mai JAG, depois o sei arrepende loron ikus...peace

Anonymous said...

Buat noticia ida ne la convence hau atu fiar buat hirak ne tamba PRIMEIRO: Noticias ne hakerek la baseia ba faktus. SEGUNDO: ex-ABRI ne foin mak fo sai nia an iha tempu ita halo campanha no atu tama ba eleisaun. TERSEIRU:Imi atu koalia too iha nebe mos, hodi Xanana nia POLITIKA ne mak ohin loron ita hetan independencia.

Anonymous said...

botamak ida hakerek article ida ne kala ema selu nia hir amak ne'e?? keta nia faan nia kidun ba politikus sira nebe agora kontra hela xanana ne karik... andooo, lahetan boy... xanana mak numero uno... nia mak dirije funu ne, laos ema seluk... adeus...

UMA LULIK ASSAE said...

se ita boot sira iha espirito nasionalismo lalika kee fali buat nebe mak liu ona...... se bele foti buat diak husi tempo pasado to mai agora hodi aplika ba oin no lori nasaun ida nee atu sai nabilan hanesan fitun iha lalehan..........
VIVA RAI DOBEN TIMOR LORO SA'E
VIVA POVU MAUBERE............
JERASAUN FOUN MAK SEI LORI NASAUN NEE BA DIAK.....

LeVoNo VANZO said...

ada tikus besar di indonesia yang namanya Fransisco Savier, orang ini seperti setan pasti dia dibelakang artikel ini ,,,, tapi sayang: yg namanya refolusi di suatu negara banyak aksi seperti itu malahan lebih dari itu, si JM dan SiMbOlOnG sama2 berhasil dapat pangkat dan bintang karena kalo tidak melakukan itu yaaaaaahhhhhh jadi tukang sapu di pingir jalan mungkin sampai sekarang,,

koitadu emar sira ne'e

adeusssssss

Yogi Marsahala said...

Timor Timur sulit diduga

Yogi Marsahala said...

Xanana adalah pahlawan kemerdekaan Timor Leste, komentar juga dong ke blog saya www.goocap.com

Anonymous said...

buat ida imi tenke hatene katak independecia nebe mak agora ita hetan ne maior parte graxa a xanana ninia plano no estrategia nebe lalika mai inventa historia tun sae iha ne...